Cukup
lama tidak menulis, entah bagaimana
ceritanya hujan yang mengguyur Kota Enrekang siang ini tiba – tiba memberi
sedikit suntikan mood untuk menulis lagi dari sudut kamar kosan. Hujan, segelas susu, dan memori perjalanan dikepala yang terputar otomatis, what a nice sunday, right? Sebetulnya begitu banyak cerita perjalanan dari daerah daerah lain yang sudah tertampung
di fikiran yang rasanya (cukup) menarik untuk diceritakan. tapi mood menulis memang baru saja menyapa saat ini….hahaha #abaikanpembukaanyangtidakbegitupentingini
:D
Selesai
dari pekerjaan saya yang terakhir di
Pulau Enggano, Bengkulu Utara, saya kembali memilih untuk mencoba belajar di
NGO lain. Dan setelah kurang lebih 3 bulan sejak proses apply sampai interview,
saya akhirnya dihubungi oleh NGO tempat saya bekerja saat ini. Kabupaten
Enrekang akhirnya menjadi lokasi tugas saya. Saya pikir tidak ada masalah
dengan wilayah tugas, selagi saya bisa belajar banyak disana. Dan menurut
saya juga akan menjadi pengalaman baru karena lokasi tugas sebelumnya lebih banyak di wilayah sumatra daripada di sulawesi sendiri.
Well,
tanggal 11 februari akhirnya saya bertolak dari Kota Kendari menuju Kota
Makassar. mengingat ini adalah pengalaman pertama saya akan ke Enrekang, sebelum
terbang saya terlebih dahulu sudah menghubungi teman yang kebetulan orang asli
Enrekang, meskipun dia bekerja di Kendari. Mulai dari mencari tahu transportasi yang
akan mengantarkan saya ke Enrekang, dan mencari tahu tentang situasi kondisi
disana, tentang kosan dll. Enrekang sendiri merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. jaraknya sekitar 250 km dari Kota Makassar, ibukota Sulawesi Selatan. Beruntung teman saya dengan begitu baiknya memberikan
informasi dan membantu mencarikan transportasi yang menuju Enrekang. Terima kasih ya,,,semoga semakin melimpah rezekinya hehehe….
Sempat
khawatir sebernarnya dalam perjalanan ini berhubung besoknya 12 februari hari
pertama saya bekerja, sedangkan saya baru dapat penerbangan ke Makassar pukul
20.00 wita. Dan menurut informasi perjalanan ke Enrekang memakan waktu sekitar
4 sampai 5 jam. Dan kekhawatiran saya bertambah ketika terdengar informasi
bahwa pesawat yang akan saya gunakan delay pemirsa. Sementara info dari teman
saya mobil yang berangkat ke enrekang akan berangkat jam 1 dini hari, takutnya
delaynya akan lama. Namun ternyata pukul 21.00 kurang beberapa menit panggilan
untuk penumpang ke Makassar akhirnya terdengar. Dan pukul 22.00 lebih 10 menit
saya pun tiba di Makassar.
Setelah
tiba saya langsung menghubungi supir mobil yang akan menjemput, dan dia
memberitahu akan menjemput saya jam stengah 2 dini hari. Pikir saya masih ada
beberapa jam waktu, akhirnya saya menghubungi kakak saya untuk menjemput di
bandara. Setelah makan dan lain lain, mata tidak bisa diajak kompromi lagi
rupanya, dan saya meminta kakak untuk membangunkan saya pukul setengah 2. Namun
belum ada kabar dari om supir. Sempat tertidur kembali, jam 3 kurang akhirnya
saya dihubungi oleh supir dan dia mengatakan sudah berada di dekat alamat yang
saya berikan.
Jam
3 tepat dini hari, akhirnya saya berangkat menuju Enrekang. Bismillah, ini
pertama kalinya, semoga perjalanan saya aman dan lancar, doa saya dalam hati. Tidak
banyak yang bisa saya lihat sepanjang perjalanan, berhubung masih sangat gelap.
Di mobil jenis innova kami bersembilan. Cukup padat sebenarnya, supir, dua
orang disamping supir, tiga orang di kursi ditengah termaksud saya sendiri, dan
tiga orang juga di belakang. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain, seperti
bus yang mungkin lebih nyaman karena tidak duduk berdesakan. namun kalau bus
kita hanya berhenti diterminal atau di pinggir jalan, karena busnya tidak bisa
mengantarkan kita langsung ke alamat. Selain itu juga biayanya lebih mahal dari
pada kita menggunakan mobil penumpang biasa.
Dan
karena menurut teman saya, ini baru pertama kali saya ke Enrekang, lebih baik
jika saya menggunakan mobil penumpang biasa yang bisa mengantarkan langsung ke
alamat dengan biaya 100 rb/orang. Dalam perjalanan kembali terpikir lagi apakah
saya akan tiba tepat waktu, berhubung kami baru berangkat jam 3 dari makassar.
perhitungan saya jika 5 sampai 6 jam maka akan tiba di Enrekang sekitar pukul 8
atau 9 pagi. Dan sudah pasti saya akan terlambat. Tapi ya sudahlah….mau
bagaimana lagi.
Sepanjang
perjalanan hanya terlihat beberapa mobil/motor yang lewat dari arah yang sama
ataupun berlawanan. Tidak terlalu ramai menurut saya, karena memang masih
gelap. Untungnya jalan yang kami lewati sebagian besar dalam kondisi bagus dan
cukup lebar. Saya sempat tertidur beberapa saat, sampai akhirnya tidak terasa
kami sudah tiba di pare – pare dan mampir ke mesjid pas dengan adzan subuh
berkumandang. Mobilnya memang melaju cukup kencang menurut saya, meskipun
tertidur tapi sempat beberapa kali melek dan melihat memang laju mobilnya
sangat kencang. Saya cuma bisa berdoa dalam hati, semoga semuanya aman aman
saja.
Pukul
5 lebih beberapa menit kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Enrekang. Setau
saya dari informasi yang saya baca, dari Makassar kita melewati beberapa
kabupaten lainnya memang sebelum tiba di Enrekang seperti Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare – Pare, baru kemudian Enrekang. Sebetulnya sangat ingin melihat penampakan beberapa
kabupaten ini, namun karena saya mengambil perjalanan malam sehingga next time
baru bisa terlihat jika mengambil perjalanan pagi atau siang.
Pukul
6 pagi akhirnya kami memasuki wilayah perbatasan kabupaten Enrekang. Plang selamat
datang terpampang jelas di hadapan. Namun kita masih butuh sekitar satu jam
lagi ternyata untuk sampai di pusat kotanya. Dan persis pukul 7 akhirnya saya
tiba di alamat yang dituju, penginapan lebih tepatnya heheh. Berhubung saya
belum mendapat kosan karena hasil googling tidak menunjukkan apa – apa dan
hanya menunjukkan penginapan. Tak apalah menurut saya. Saya baru akan mencari
kosan setelah ini.
Tiba
di penginapan pukul 7, masih ada satu jam lagi sebelum ke kantor. Saya sengaja
mencari penginapan yang memang dekat dengan kantor, sangat dekat bahkan biar
saya tidak perlu terlalu terburu – buru. Berhubung cukup melelahkan saya
memilih istirahat sebentar meluruskan badan, sebelum mandi dan bersiap ke
kantor. Selamat Pagi Enrekang, cukup sejuk menurut saya, karena Enrekang
merupakan kabupaten yang dikelilingi dengan pegunungan. Jangan cari pantai
disini hahaha….
That’s
all mungkin untuk cerita perjalanan ini, next time akan saya bagi lagi
tentang pekerjaan saya disini, tentang Enrekang,
dan lain lainnya…Thank You








