Minggu, 25 Maret 2018

Selamat Datang di Enrekang


Cukup lama tidak menulis, entah bagaimana ceritanya hujan yang mengguyur Kota Enrekang siang ini tiba – tiba memberi sedikit suntikan mood untuk menulis lagi dari sudut kamar kosan. Hujan, segelas susu, dan memori perjalanan dikepala yang terputar otomatis, what a nice sunday, right? Sebetulnya begitu banyak cerita perjalanan dari daerah daerah lain yang sudah tertampung di fikiran yang rasanya (cukup) menarik untuk diceritakan. tapi mood menulis memang baru saja menyapa saat ini….hahaha #abaikanpembukaanyangtidakbegitupentingini :D


Selesai dari pekerjaan saya yang terakhir  di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, saya kembali memilih untuk mencoba belajar di NGO lain. Dan setelah kurang lebih 3 bulan sejak proses apply sampai interview, saya akhirnya dihubungi oleh NGO tempat saya bekerja saat ini. Kabupaten Enrekang akhirnya menjadi lokasi tugas saya. Saya pikir tidak ada masalah dengan wilayah tugas, selagi saya bisa belajar banyak disana. Dan menurut saya juga akan menjadi pengalaman baru karena lokasi tugas sebelumnya lebih banyak di wilayah sumatra daripada di sulawesi sendiri. 

Well, tanggal 11 februari akhirnya saya bertolak dari Kota Kendari menuju Kota Makassar. mengingat ini adalah pengalaman pertama saya akan ke Enrekang, sebelum terbang saya terlebih dahulu sudah menghubungi teman yang kebetulan orang asli Enrekang, meskipun dia bekerja di Kendari. Mulai dari mencari tahu transportasi yang akan mengantarkan saya ke Enrekang, dan mencari tahu tentang situasi kondisi disana, tentang kosan dll. Enrekang sendiri merupakan salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. jaraknya sekitar 250 km dari Kota Makassar, ibukota Sulawesi Selatan. Beruntung teman saya dengan begitu baiknya memberikan informasi dan membantu mencarikan transportasi yang menuju Enrekang. Terima kasih ya,,,semoga semakin melimpah rezekinya hehehe….

Sempat khawatir sebernarnya dalam perjalanan ini berhubung besoknya 12 februari hari pertama saya bekerja, sedangkan saya baru dapat penerbangan ke Makassar pukul 20.00 wita. Dan menurut informasi perjalanan ke Enrekang memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Dan kekhawatiran saya bertambah ketika terdengar informasi bahwa pesawat yang akan saya gunakan delay pemirsa. Sementara info dari teman saya mobil yang berangkat ke enrekang akan berangkat jam 1 dini hari, takutnya delaynya akan lama. Namun ternyata pukul 21.00 kurang beberapa menit panggilan untuk penumpang ke Makassar akhirnya terdengar. Dan pukul 22.00 lebih 10 menit saya pun tiba di Makassar.

Setelah tiba saya langsung menghubungi supir mobil yang akan menjemput, dan dia memberitahu akan menjemput saya jam stengah 2 dini hari. Pikir saya masih ada beberapa jam waktu, akhirnya saya menghubungi kakak saya untuk menjemput di bandara. Setelah makan dan lain lain, mata tidak bisa diajak kompromi lagi rupanya, dan saya meminta kakak untuk membangunkan saya pukul setengah 2. Namun belum ada kabar dari om supir. Sempat tertidur kembali, jam 3 kurang akhirnya saya dihubungi oleh supir dan dia mengatakan sudah berada di dekat alamat yang saya berikan.

Jam 3 tepat dini hari, akhirnya saya berangkat menuju Enrekang. Bismillah, ini pertama kalinya, semoga perjalanan saya aman dan lancar, doa saya dalam hati. Tidak banyak yang bisa saya lihat sepanjang perjalanan, berhubung masih sangat gelap. Di mobil jenis innova kami bersembilan. Cukup padat sebenarnya, supir, dua orang disamping supir, tiga orang di kursi ditengah termaksud saya sendiri, dan tiga orang juga di belakang. Sebenarnya ada pilihan transportasi lain, seperti bus yang mungkin lebih nyaman karena tidak duduk berdesakan. namun kalau bus kita hanya berhenti diterminal atau di pinggir jalan, karena busnya tidak bisa mengantarkan kita langsung ke alamat. Selain itu juga biayanya lebih mahal dari pada kita menggunakan mobil penumpang biasa.


Dan karena menurut teman saya, ini baru pertama kali saya ke Enrekang, lebih baik jika saya menggunakan mobil penumpang biasa yang bisa mengantarkan langsung ke alamat dengan biaya 100 rb/orang. Dalam perjalanan kembali terpikir lagi apakah saya akan tiba tepat waktu, berhubung kami baru berangkat jam 3 dari makassar. perhitungan saya jika 5 sampai 6 jam maka akan tiba di Enrekang sekitar pukul 8 atau 9 pagi. Dan sudah pasti saya akan terlambat. Tapi ya sudahlah….mau bagaimana lagi.

Sepanjang perjalanan hanya terlihat beberapa mobil/motor yang lewat dari arah yang sama ataupun berlawanan. Tidak terlalu ramai menurut saya, karena memang masih gelap. Untungnya jalan yang kami lewati sebagian besar dalam kondisi bagus dan cukup lebar. Saya sempat tertidur beberapa saat, sampai akhirnya tidak terasa kami sudah tiba di pare – pare dan mampir ke mesjid pas dengan adzan subuh berkumandang. Mobilnya memang melaju cukup kencang menurut saya, meskipun tertidur tapi sempat beberapa kali melek dan melihat memang laju mobilnya sangat kencang. Saya cuma bisa berdoa dalam hati, semoga semuanya aman aman saja.

Pukul 5 lebih beberapa menit kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Enrekang. Setau saya dari informasi yang saya baca, dari Makassar kita melewati beberapa kabupaten lainnya memang sebelum tiba di Enrekang seperti  Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Pare – Pare, baru kemudian Enrekang. Sebetulnya sangat ingin melihat penampakan beberapa kabupaten ini, namun karena saya mengambil perjalanan malam sehingga next time baru bisa terlihat jika mengambil perjalanan pagi atau siang.

Pukul 6 pagi akhirnya kami memasuki wilayah perbatasan kabupaten Enrekang. Plang selamat datang terpampang jelas di hadapan. Namun kita masih butuh sekitar satu jam lagi ternyata untuk sampai di pusat kotanya. Dan persis pukul 7 akhirnya saya tiba di alamat yang dituju, penginapan lebih tepatnya heheh. Berhubung saya belum mendapat kosan karena hasil googling tidak menunjukkan apa – apa dan hanya menunjukkan penginapan. Tak apalah menurut saya. Saya baru akan mencari kosan setelah ini.

Tiba di penginapan pukul 7, masih ada satu jam lagi sebelum ke kantor. Saya sengaja mencari penginapan yang memang dekat dengan kantor, sangat dekat bahkan biar saya tidak perlu terlalu terburu – buru. Berhubung cukup melelahkan saya memilih istirahat sebentar meluruskan badan, sebelum mandi dan bersiap ke kantor. Selamat Pagi Enrekang, cukup sejuk menurut saya, karena Enrekang merupakan kabupaten yang dikelilingi dengan pegunungan. Jangan cari pantai disini hahaha….

That’s all mungkin untuk cerita perjalanan ini, next time akan saya bagi lagi tentang pekerjaan saya disini, tentang Enrekang, dan lain lainnya…Thank You