“Karena Indonesia
bukan cuma Bali”
| Tugu KM 0 Sabang, Aceh |
Kalian mungkin pernah
mendengar ucapan sekilas seperti itu, entah yang diucapkan orang indonesia
langsung ataupun juga turis asing yang sudah mengenal Indonesia dan tahu kalau
memang Indonesia bukan cuma Bali.
Well,,,saya tidak
ingin bicara soal Indonesia secara detail, bukan juga bicara soal Bali. Judul
diatas memang sengaja saya pilih untuk mewakili isi kepala saya. Isi kepala
seperti apa?
Entah kenapa sejak
berstatus sebagai mahasiswa, saya selalu tertarik dengan yang namanya
menyaksikan keindahan kota – kota lain, baik itu sejarahnya, wisatanya, ataupun
juga hal – hal lain yang menyangkut kota tersebut. yang ada dalam difikiran
saya, mungkin akan sangat menyenangkan jika bisa merasakan berkunjung ataupun
tinggal di kota – kota lain tersebut selain kota kelahiran saya di Kendari,
Sulawesi Tenggara.
Merasa tertantang
dengan imajinasi sendiri, saya pun bertekad untuk bisa keluar dari kota
kelahiran saya untuk bisa merasakan kota maupun daerah lain selepas kuliah
nanti. Entah untuk berkerja disana ataupun sekedar berkunjung memuaskan rasa
penasaran. Namun sempat terfikir rasanya itu masih lama sekali mengingat saya
masih di semester – semester awal kuliah.
Saya pun memutuskan
untuk mengikuti beberapa organisasi yang ada di kampus dan juga luar kampus. Berharap
saya mendapat kesempatan untuk jalan – jalan mengunjungi kota lain atau pulau
lain selain pulau Sulawesi. Lucu mungkin kedengarannya. Tapi bagi saya, tidak
ada yang lucu kalau soal memperjuangkan sebuah keinginan. Keinginan sederhana
dari mahasiswa sederhana waktu itu hahah.
![]() |
| Car Free Day Dago, Bandung |
Pucuk di cinta ulam
pun tiba, lewat sebuah kegiatan scientific paper competition akhirnya saya bisa
menginjakkan kaki di bagian lain Indonesia selain Sulawesi. Saya pun mencoba
menikmati hal hal apa saja yang sekiranya bisa dijadikan pengalaman ataupun
sekedar oleh oleh cerita untuk rekan maupun keluarga dirumah.
Well, tidak berhenti
sampai disitu, at least selama kuliah saya beruntung sempat beberapa kali
mendapatkan kesempatan untuk menikmati sisi lain Indonesia walaupun berlatar
belakang perjalanan akademi (organisasi/kampus). Sampai tiba saatnya mengurus
skripsi dan lain lain, saya kembali harus fokus terlebih dahulu sebelum
melanjutkan perjalanan lain di waktu yang lain lagi.
Mei 2013 ketika
rektor selesai memindahkan tali di toga yang saya kenakan, keinginan lain saya
kembali muncul. Saya ingin bekerja di kota lain. Sejak saat itu saya menjadi
penghuni tetap sebuah tempat layanan wifi. Bukan bekerja, melainkan aktif
bergentayangan di dunia maya mencari tahu lowongan kerja yang ada diluar
sulawesi tenggara. Dan dayung kembali bersambut, alhamdulillah saya terpilih
untuk mengikuti sebuah program pemerintah di ujung barat Indonesia selama 2
tahun.
Finally tercapai juga
keinginan untuk bisa hidup di kota lain. Dengan berbagai pertimbangan pribadi
dan juga dari keluarga akhirnya saya berangkat dan menikmati hidup disana
sampai agustus 2015. Kadang sering terfikirkan juga, apa yang sebenarnya saya
cari. Tapi selalu dengan tegas saya katakan pada diri sendiri bahwa saya
mencoba menikmati hidup saya dari apa yang saya senangi, dan yang saya merasa
nyaman didalamnya.
Berkunjung dari satu
daerah ke daerah lain, bertemu orang – orang baru, berbincang dengan orang –
orang di kedai kopi atau di bus, bermain dengan anak – anak desa, membantu ibu –
ibu membuat anyaman, sharing pengalaman dengan seorang anak muda saat pesawat
delay, dan berburu buah pinang yang jatuh dari pohon. hal hal sederhana seperti
itu.
Dan di awal tahun 2016 ini saya kembali merasa beruntung bisa berkesempatan bertugas lagi di salah satu
kota di pulau sumatra. Lagi lagi pertanyaan lain muncul dari teman saya “kenapa
kamu suka bepergian yang jauh? Tidak betah kah di kendari?” saya hanya bisa
menjawab, saya ingin mendapatkan pengalaman lain yang lebih luar biasa kawan,
heheh.
