Kamis, 10 Maret 2016

Keinginan sederhana

“Karena Indonesia bukan cuma Bali”

Tugu KM 0 Sabang, Aceh 
Kalian mungkin pernah mendengar ucapan sekilas seperti itu, entah yang diucapkan orang indonesia langsung ataupun juga turis asing yang sudah mengenal Indonesia dan tahu kalau memang Indonesia bukan cuma Bali.
Well,,,saya tidak ingin bicara soal Indonesia secara detail, bukan juga bicara soal Bali. Judul diatas memang sengaja saya pilih untuk mewakili isi kepala saya. Isi kepala seperti apa?

Entah kenapa sejak berstatus sebagai mahasiswa, saya selalu tertarik dengan yang namanya menyaksikan keindahan kota – kota lain, baik itu sejarahnya, wisatanya, ataupun juga hal – hal lain yang menyangkut kota tersebut. yang ada dalam difikiran saya, mungkin akan sangat menyenangkan jika bisa merasakan berkunjung ataupun tinggal di kota – kota lain tersebut selain kota kelahiran saya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Merasa tertantang dengan imajinasi sendiri, saya pun bertekad untuk bisa keluar dari kota kelahiran saya untuk bisa merasakan kota maupun daerah lain selepas kuliah nanti. Entah untuk berkerja disana ataupun sekedar berkunjung memuaskan rasa penasaran. Namun sempat terfikir rasanya itu masih lama sekali mengingat saya masih di semester – semester awal kuliah.

Saya pun memutuskan untuk mengikuti beberapa organisasi yang ada di kampus dan juga luar kampus. Berharap saya mendapat kesempatan untuk jalan – jalan mengunjungi kota lain atau pulau lain selain pulau Sulawesi. Lucu mungkin kedengarannya. Tapi bagi saya, tidak ada yang lucu kalau soal memperjuangkan sebuah keinginan. Keinginan sederhana dari mahasiswa sederhana waktu itu hahah.

Car Free Day Dago, Bandung

Pucuk di cinta ulam pun tiba, lewat sebuah kegiatan scientific paper competition akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di bagian lain Indonesia selain Sulawesi. Saya pun mencoba menikmati hal hal apa saja yang sekiranya bisa dijadikan pengalaman ataupun sekedar oleh oleh cerita untuk rekan maupun keluarga dirumah.

Well, tidak berhenti sampai disitu, at least selama kuliah saya beruntung sempat beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk menikmati sisi lain Indonesia walaupun berlatar belakang perjalanan akademi (organisasi/kampus). Sampai tiba saatnya mengurus skripsi dan lain lain, saya kembali harus fokus terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan lain di waktu yang lain lagi.

Mei 2013 ketika rektor selesai memindahkan tali di toga yang saya kenakan, keinginan lain saya kembali muncul. Saya ingin bekerja di kota lain. Sejak saat itu saya menjadi penghuni tetap sebuah tempat layanan wifi. Bukan bekerja, melainkan aktif bergentayangan di dunia maya mencari tahu lowongan kerja yang ada diluar sulawesi tenggara. Dan dayung kembali bersambut, alhamdulillah saya terpilih untuk mengikuti sebuah program pemerintah di ujung barat Indonesia selama 2 tahun.

Finally tercapai juga keinginan untuk bisa hidup di kota lain. Dengan berbagai pertimbangan pribadi dan juga dari keluarga akhirnya saya berangkat dan menikmati hidup disana sampai agustus 2015. Kadang sering terfikirkan juga, apa yang sebenarnya saya cari. Tapi selalu dengan tegas saya katakan pada diri sendiri bahwa saya mencoba menikmati hidup saya dari apa yang saya senangi, dan yang saya merasa nyaman didalamnya.

Berkunjung dari satu daerah ke daerah lain, bertemu orang – orang baru, berbincang dengan orang – orang di kedai kopi atau di bus, bermain dengan anak – anak desa, membantu ibu – ibu membuat anyaman, sharing pengalaman dengan seorang anak muda saat pesawat delay, dan berburu buah pinang yang jatuh dari pohon. hal hal sederhana seperti itu.

Dan di awal tahun 2016 ini saya kembali merasa beruntung bisa berkesempatan bertugas lagi di salah satu kota di pulau sumatra. Lagi lagi pertanyaan lain muncul dari teman saya “kenapa kamu suka bepergian yang jauh? Tidak betah kah di kendari?” saya hanya bisa menjawab, saya ingin mendapatkan pengalaman lain yang lebih luar biasa kawan, heheh.