Bagi masyarakat Aceh,
bulan ramadhan merupakan hal yang harus disambut dengan suka cita. Hal ini bisa
dibuktikan dengan salah satu tradisi yang sudah turun temurun selalu
dilaksanakan setiap menjelang bulan ramadhan. Tradisi yang belum pernah saya
jumpai sepanjang pengalaman saya menyambut ramadhan dibeberapa kota lain.
Termaksud tradisi unik menurut saya, karena meugang bagi masyarakat aceh adalah
identik dengan makan daging. Selain itu dilaksanakan tiga kali dalam setahun.
Tidak hanya menjelang bulan ramadhan, tapi juga menjelang idul fitri dan idul
adha.
Biasanya seminggu
sebelum ramadhan, masyarakat mulai disibukkan dengan berbagai macam persiapan
yang akan mereka lakukan pada hari H Meugang itu. Meugang sendiri dilakukan
sehari sebelum ramadhan pertama. Dan itu akan menjadi hal yang sangat
ditunggu-tunggu bukan hanya orang dewasa, bahkan sampai ke remaja dan
anak-anak. Selain itu Meugang juga menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan
bagi masyarakat Aceh yang mungkin kebetulan sedang berada diluar kota atau
merantau. Mereka yang berada diluar Aceh, biasanya akan langsung bergegas
pulang begitu mendekati hari Meugang.
Menariknya disini
karena Meugang merupakan tradisi dimana berkumpulnya seluruh anggota keluarga
untuk menikmati acara makan daging bersama. Menariknya lagi, dalam tradisi ini
semua elemen masyarakat bisa menikmati daging meugang tersebut, tanpa ada
perbedaan sedikitpun. Saya pun berhasil dibikin terharu dengan suasana
kebersamaan dan kekeluargaan diantara mereka ketika Meugang yang begitu akrab.
Paling tidak membuat saya tidak merasa jauh dari keluarga, walaupun sebenarnya
jauh. Dan tahun ini menjadi kali kedua saya akan mengikuti tradisi Meugang di
Aceh. Hal-hal yang unik dari Meugang itu sendiri pun masih tetap sama, seperti
:
1.
Membuat
Lemang dan Tape
Lemang
dan Tape merupakan dua makanan wajib yang harus ada ketika hari Meugang.
Meskipun sama-sama terbuat dari beras ketan, tapi cari mengolahnya cukup
berbeda. Saya pun paling semangat rasanya jika sudah acara membuat Lemang dan
Tape. Bukan karena semangat membuat, tetapi semangat untuk segera menikmati
hasilnya :D Lemang sendiri merupakan beras ketan yang sudah dicuci bersih,
dimasukkan kedalam bambu ukuran sedang berukuran panjang setengah meter yang
sebelumnya sudah dilapisi dengan daun pisang didalamnya, kemudian ditambahkan
santan dan siap untuk dibakar. Sedangkan tape, beras ketan yang sudah dimasak
setengah matang terlebih dahulu, kemudian dilumuri ragi dan dibungkus kecil
kecil dengan daun pisang dan setelahnya didiamkan selama dua atau tiga hari.
Dua makanan inilah yang sangat dinanti-nanti ketika hari H Meugang. Dan biasanya
disetiap rumah pasti menyiapkan ini. Lemang dipotong-potong setelah dikeluarkan
dari bambu, kemudian siap disantap dengan Tape. Perpaduan rasa manis dan gurih
dilidah, dijamin bikin ketagihan.
2.
Tak
Lengkap tanpa Gulai Daging
Biasanya
dua atau sehari sebelum hari Meugang, tidak hanya dipasar, dipinggir jalan
disepanjang kota Meulaboh maupun kota lainnya yang ada di Aceh mulai ramai
dengan penjual daging. Ya, daging ciri khas yang harus ada ketika Meugang. Pernah
suatu hari ketika saya bertanya ke ibu kepala desa tempat saya tinggal,
“Bu,kenapa harus beli daging untuk Meugang?” si ibu dengan santai menjawab
“Memang sudah seperti itu sejak dulu, tak lengkap rasanya kalau tak memasak
Gulai Daging pada saat Meugang.” Ternyata seperti itu. Jadi tidak hanya Lemang
dan Tape, kita juga akan disuguhkan dengan Gulai Daging yang lezat ketika
berkunjung kerumah masyarakat Aceh ketika hari Meugang. Terlebih lagi dinikmati
bersama-sama, itulah yang membuat yang merantau akan buru-buru pulang ke Aceh.
3.
Meugang
= Baju Baru
Saya
pernah dibikin terheran-heran, ketika dua hari menjelang hari Meugang, hampir
setiap orang yang saya temui bertanya “Ani udah beli baju baru belum?” atau
seperti ini “Ni, Mau beli baju dimana?” dan yang lebih ekstrim lagi menurut
saya “Ni, ayo hari ini aja ke toko bla bla bla, nanti abis loh model baju yang
bagus, gak bisa Meugang kamu ni.” Hadeuhh. Seperti itulah salah satu hal unik
menurut saya tentang Tradisi Meugang di Aceh. Bagi sebagian besar masyarakat, Meugang
berarti harus dengan baju baru. Selain karena hari Meugang bagi masyarakat Aceh
merupakan hari spesial sebelum ramadhan, juga karena pada saat meugang, mereka
tidak hanya berkumpul dirumah sendiri, melainkan saling mengunjungi rumah kerabat
satu sama lain.
4.
Berbondong-bondong
ke Pantai
Hal
lain yang masih identik dengan hari Meugang yaitu Pantai. Bagi masyarakat Aceh,
khususnya Kota Meulaboh, pantai menjadi tempat yang wajib dikunjungi ketika
hari Meugang. Selain untuk menikmati suasananya, juga menjadi ajang mereka
mempererat silaturahmi antar keluarga., teman, ataupun sahabat. Jadi jangan
heran ketika hari Meugang di Aceh, hampir semua pantai-pantai yang ada akan
sangat ramai dengan pengunjung.

