Jumat, 05 Juni 2015

BACKPACKER TIPS : SABANG

Indonesia itu Indah Kawan, Indonesia itu kaya, jadi tidak ada alasan untuk tidak menikmati setiap sudut Indonesia. Seperti saya dan dua orang teman saya yang berkesempatan menikmati salah satu destinasi wisata favorit di Aceh, Sabang. Tidak perlu berlama – lama, dalam dua hari kita bisa menikmati segala keindahan Sabang.

Pulau Rubiah
Transportasi

Untuk menuju Sabang bukan merupakan hal yang sulit, berbagai macam penerbangan murah berkisar 1 jutaan dari berbagai kota bisa dengan mudah mengantarkan anda untuk sampai ke Banda Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Sabang dengan Kapal. Ada dua jenis kapal yang bisa mengantarkan anda ke Sabang, Kapal cepat (45 menit) dengan harga Rp. 45.000/org dan kapal lambat (2 jam) Rp. 23.000/org. Kapal lambat ini biasanya digunakan juga untuk yang membawa kendaraan seperti mobil/motor. Saya dan teman saya waktu itu sengaja menggunakan motor untuk dibawa ke Sabang, jadi kami juga harus membayar biaya penyebrangan Rp. 28.000/motor.
Dari pengalaman pribadi kami, lebih menguntungkan menyewa motor untuk berkeliling Sabang dibanding menyewa mobil. Alasannya sederhana, selain lebih hemat, dijamin anda bisa lebih puas menghirup udara segar di Sabang dan juga akan lebih puas menikmati pemandangan yang disuguhkan. Dengan sedikit kemampuan tawar menawar dengan si penyewa, dari yang sebelumnya diberi harga sewa Rp. 70.000/hari bisa menjadi Rp. 50.000/hari untuk kami berkeliling selama dua hari. 

Penginapan

Penginapan sudah pasti menjadi hal yang cukup penting untuk anda yang senang bepergian ala Backpacker. Bukan hanya sekedar murah, tapi juga aman dan nyaman. Termaksud saya dan teman saya yang karena tidak sempat mengejar kapal terakhir sore itu berhubung berangkat dari kota Meulaboh, akhirnya mau tidak mau harus menginap semalam di Banda Aceh sebelum menyebrang ke Sabang keesokan paginya.  Naluri backpacker pun ambil bagian, kami berhasil mendapatkan penginapan di dengan harga Rp.135.000/malam dengan fasilitas lengkap (Ac,bed,tv,kamar mandi,lemari) serta aman dan sangat nyaman untuk kami bertiga. Di Banda Aceh sendiri, sebenarnya banyak penginapan/hotel murah yang bisa kita temui, kalau mau sedikit usaha untuk mencari. Begitu juga dengan di Sabang, dengan harga Rp. 100.000/malam kami sudah mendapat fasilitas yang cukup untuk istirahat dan mandi. Selain itu di Sabang juga tidak terlalu sulit untuk menemukan penginapan ataupun hotel, tinggal sesuaikan dengan keinginan dan kantong kita.

Harus Ngapain aja di Sabang?

                 "Where Wonderful Indonesia Start From. Itulah kata sebagian orang tentang Sabang."

   -  Menikmati udara segar Danau Aneuk Laot

Lokasi wisata pertama yang kami kunjungi ketika tiba di Sabang. Tidak begitu jauh dari pusat kota, dan sangat cocok untuk anda yang ingin mencari inspirasi dalam hal apapun itu. Suasananya yang tenang, udara sekitar danau yang menyapa lembut, dan beberapa gazebo untuk bersantai, menjadikan Danau ini wajib untuk dikunjungi. Lokasi pemancingan dan arena outbond di sekitar danau ini juga menjadikan danau ini sering dijadikan lokasi gathering.

     -   Berfoto di Pantai Anoi Itam

Dari Danau Aneuk Laot, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Anoi Itam. Pantai yang juga menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Sabang. Jaraknya sekitar 13 km dari kota sabang. Selain pemandangan pantainya dengan air yang biru kehijaun serta deburan ombaknya yang sangat memanjakan mata, hal menarik lainnya adalah disekitar pantai terdapat bukit – bukit cantik dan juga beberapa benteng peninggalan jepang. Tidak heran jika para wisatawan sangat senang berfoto dengan latar belakang bukit dan benteng termaksud kami bertiga.

     -  Bersantai di Sabang Fair

Mungkin terdengar seperti sebuah event/acara, tapi bukan. Sabang fair merupakan salah satu tempat di Sabang. Layaknya ikon kota sabang, dimana didalamnya terdapat beberapa taman untuk bersantai dan juga arena bermain untuk anak. Namun yang tidak kalah menariknya, di sabang fair ini jika malam hari sangat ramai dengan pedagang berbagai macam kuliner. Setelah berkeliling di dua tempat di hari pertama, malam itu kami sempatkan menikmati bakso bakar sambil bermalam minggu di sabang.

    -   Snorkeling di Pantai Iboih dan Pulau Rubiah

Dua tempat ini yang sangat terkenal di Sabang, dan menjadi tujuan wajib jika ke Sabang. Sekitar 16 km dari kota sabang, pagi itu kami sepakat untuk ber snorkeling ria di iboih dan pulau rubiah. Pemandangan bawah lautnya begitu indah, ikan warna warni, karang-karang yang cantik dan air laut yang kehijauan menjadi santapan istimewa untuk setiap wisatawan.  Dan berkat snorkeling di pulau rubiah ini, saya berhasil mengalahkan satu ketakutan saya yaitu, takut tenggelam. Tidak bisa berenang, tapi nekat ingin berfoto di dalam air bersama pemandangan indah bawah laut, akhirnya berkat bantuan teman, berhasil juga akhirnya bawa pulang oleh-oleh foto didalam air bersama ikan-ikan dan karang. Sekedar info juga untuk yang ingin snorkeling ataupun berkeliling pulau rubiah, tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, cukup dengan Rp. 30.000 untuk sewa alat snorkeling dan Rp. 50.000/org untuk keliling Pulau rubiah dengan menggunakan boat dijamin anda akan merasakan nuansa berbeda di Sabang.

   -  Menikmati Es Kelapa Muda dan Sunset di Puncak KM 0 Indonesia

Tugu KM 0 Indonesia
Puas menikmati alam bawah laut Pantai Iboih dan Pulau Rubiah, kami melanjutkan perjalanan menuju Tugu KM 0 Indonesia. Ini hal yang jangan anda lewatkan ketika berkunjung ke Sabang, karena selain anda bisa melihat langsung tugu KM 0 Indonesia yang menjadi tanda dimulainya perjalanan di Indonesia, anda juga bisa menikmati tenggelamnya matahari dengan sempurna dari ujung barat Indonesia, karena tugu KM berada di ketinggian. ditemani dengan es kelapa muda dan udara dingin yang keluar dari pepohonan, semakin menambah lengkap suasana. Satu hal lagi, setiap pengunjung di KM 0, bisa membawa pulang sertifikat sebagai tanda anda sudah pernah ke KM 0 Indonesia, menarik bukan?

Makanan yang murah meriah

Tidak hanya urusan transportasi dan penginapan yang harus ditekan biayanya, makanan pun demikian. Kebiasaan para backpacker hanya membawa duit seadanya demi menghindari kebocoran dimana-mana. Sudah pasti tidak ada salahnya, selagi kita masih bisa mengontrol yang masuk ke perut dan tentunya tetap bergizi. Pengalaman selama di Sabang, kami bisa menikmati makanan murah namun tetap bergizi seperti nasi gurih dan lontong sayur, cukup dengan Rp. 8000 untuk lauk telur dan Rp. 10.000 untuk lauk ayam. Selain itu untuk pecinta sate, di Sabang juga bisa menikmati sate khas yaitu sate gurita hanya dengan Rp. 10.000/porsi saja.

 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar