Selasa, 21 April 2015

7 Keajaiban (Dunia) Makassar, yang tak boleh dilewatkan

   Lantunan lagu daerah yang dibawakan Ridwan. S membuat jari-jari saya menari dengan lancanya diatas keyboard laptop, disudut Kota Meulaboh sore ini. Ini bukan cerpen, bukan juga novel, namun bukan sekedar tulisan. Saya ingin mengajak anda terbang ke salah satu kota dengan penduduk terbanyak ke 5 di Indonesia. Kota tempat saya pernah mengenakan seragam putih abu-abu walaupun hanya dalam waktu singkat. Meskipun lama tidak menginjakkan kaki lagi dikota yang penuh kenangan ini, tapi saya masih bisa mengingat dengan jelas setiap keindahan yang ditawarkan kota ini yang mungkin bisa jadi referensi anda sebelum meluncur kesana.


Sebagai kota terbesar di wilayah timur Indonesia, Kota ini memiliki daya tarik tersendiri layaknya keajaiban dunia. Dan ini 7 Keajaiban (Dunia) Makassar, yang tidak boleh dilewatkan :
1.       Ikon Kota yang cantik

Siapa yang tidak tahu dengan Pantai Losari? Saya dan sahabat  saya dulu begitu senang menghabiskan waktu disini ketika weekend, karena begitu ramainya. Pantai Losari merupakan pantai yang menjadi ikon Kota Makassar. Tidak hanya wisatawan luar yang begitu tiba disini akan langsung mengambil gambar didepan tulisan Pantai Losari, warga lokal pun sangat senang menghabiskan waktu disini untuk sekedar bersantai sore, jalan-jalan, berfoto, menikmati beragam kuliner, mengikuti berbagai macam kegiatan yang digelar disepanjang pinggir pantai yang cantik ini, ataupun menikmati sunset.

2.       Transportasi yang Merakyat

Kenapa saya bilang merakyat? Karena di Makassar cukup banyak jenis transportasi yang bisa kita gunakan, dan bisa disesuaikan dengan keadaan kantong masing-masing. Mulai dari yang biasa, sampai yang mewah. Salah satu transportasi andalan di Makassar selain becak adalah Pete-pete. Anda yang belum pernah mendengar mungkin akan bertanya, apa itu? Pete-pete adalah sebutan untuk angkot alias angkutan umum di Makassar. Andalan disini karena paling banyak digunakan baik itu pelajar,mahasiswa, karyawan/ti, umum, bahkan saya sendiri pun selalu mengandalkannya ketika bersekolah di Makassar.

3.       Keunikan Bahasa

“We..dimanako sekarang? Mo ki kemana kah? Nda mau ja saya deh” kalau anda pernah mendengar   kalimat atau percakapan seperti itu, bisa dipastikan dia adalah orang Makassar. Kedengarannya mungkin lucu bagi sebagian orang, namun hal inilah yang membedakan orang Makassar dengan yang lainnya. Logat, aksen, dan beberapa tambahan kata khusus di setiap kalimat menjadi ciri khas tersendiri yang menurut saya tidak akan pernah hilang, dan orang Makassar bangga akan itu. Tertarik mempelajarinya? :D

4.       Masyarakat yang Welcome

Pertama kali ke Makassar mungkin anda akan terheran-heran dengan gaya bicara orang Makassar yang cenderung keras dan kasar. Tapi percayalah, itu hanya luarnya saja. Orang Makassar terkenal Welcome dan sangat bersahabat. Meskipun saya pernah dibikin bingung dengan omongan salah satu teman saya di SMA yang menurut saya agak membentak, namun ternyata saat itu dia mencoba mengenalkan dirinya dan membantu saya kenal dengan teman-teman yang lain juga. Dan setelahnya dialah yang menjadi teman baik saya di SMA. Satu lagi ketika saya berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan di Makassar, ketika saya sedang mencari sebuah barang, dan bertemu dengan orang yang juga mencari barang yang sama, jadilah kami berkenalan, ngobrol lumayan panjang, dan berakhir di meja sebuah rumah makan. Padahal baru kenal tapi terasa sudah begitu akrab. Itulah orang Makassar J

5.       Kulinernya Sadis

Coto Makassar, Konro, Aneka olahan seafood, Mie Titi, Es Pisang Ijo, Pisang Epek, Jalangkote adalah kuliner khas yang tidak boleh anda lewatkan ketika berkunjung ke Makassar. Coto Makassar contohnya, kuliner yang menjadi khas kota ini, begitu menggugah selera, daging sapi yang dipotong-potong sedemikian rupa, disiram kuah agak kecoklatan dengan gabungan berbagai macam rempah-rempah, ditambahkan daun bawang dan bawang goreng diatasnya, serta tidak lupa perasan jeruk nipis dan sambelnya dan disajikan lengkap dengan ketupat ataupun nasi cukup membuat perut saya kenyang dengan sukses, serta keringat didahi lantaran nikmatnya waktu itu, pokoknya sadis.

6.       Jejak Sejarah

Tidak hanya kuliner atau wisata alam, kota ini juga memiliki berbagai macam lokasi wisata sejarah yang sangat menarik untuk kita kunjungi jika berada disana. Fort Rotterdam, lokasinya tak jauh dari Pantai Losari, dan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Bangunan-bangunan bergaya eropa didalamnya membuat saya takjub ketika berkunjung kesana, keren. Salah satu bangunan didalamnya juga ada Museum La Galigo yang berisi sejarah Makassar. Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan adalah Benteng Somba Opu yang terletak di selatan Makassar, tepatnya di Kabupaten Gowa. Yang bikin saya berdecak kagum saat itu, karena disini dibangun rumah adat suku-suku yang ada di Sulawesi Selatan, dan semuanya menarik.

7.       Pulau-Pulau Indah

Makassar juga punya pulau-pulau indah yang sangat pas untuk anda yang senang dengan kegiatan snorkling, ataupun sekedar menikmati suasana pantai yang begitu memanjakan mata. Jarak tempuhnya pun tidak jauh, hanya sekitar 20-45 menit menggunakan perahu motor dari dermaga Benteng Rotterdam atau Dermaga Pantai Losari. Ada Pulau Samalona, pulau dengan pantai pasir putih yang begitu bersih, dan juga air lautnya yang biru jernih, snorkling bisa menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan disana. Ada juga Pulau Khayangan, yang sangat pas untuk kita yang ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut yang bisa membawa kita bermimpi indah.

   Well, dibagian manapun di Indonesia, masing-masing punya ciri khas tersendiri, tinggal bagaimana kita menjaganya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi penerus kita nantinya, termaksud Makassar. Saya rasa tidak sedikit juga yang tertarik untuk berkunjung ke Makassar, silahkan luangkan waktu, cari tiket, kemas pakaian dan berangkat menuju Makassar. Senyum dulu dong :)




Minggu, 19 April 2015

Tips Packing untuk Traveler Berhijab

Air Terjun Aceh Selatan
    
       Tidak bisa dipungkiri kegiatan travelling bukan hanya untuk kaum adam alias pria. Jaman sekarang, kaum  hawa pun sudah banyak yang beralih hobi menjadi seorang traveller. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa kaum hawa alias wanita adalah makhluk yang paling ribet untuk hal bepergian. Baik itu bepergian dalam waktu lama, maupun dalam waktu singkat. Pengalaman saya sebagai seorang yang juga hobi traveling, selalu dibingungkan dengan urusan packing mempacking, bahkan pernah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memilih barang apa saja yang akan saya bawa. Why? Karena berbeda dengan pria yang semuanya serba simple. Sebagai seorang yang berhijab, untuk travelling saya terkadang suka kelewatan membawa hijab dan barang-barang lain yang pada akhirnya tidak saya gunakan, dan akhirnya membuat acara travelling tersebut tidak begitu mengesankan lantaran kerepotan dengan barang-barang yang berlebihan.  Tapi beruntung dari sekian banyak perjalanan saya yang tidak begitu berkesan lantaran cara packing yang tidak efektif, finally saya jadi tahu sekarang cara packing yang baik untuk traveler berhijab.

So, ini Tips Packing untuk kamu traveler berhijab biar perjalanan kalian bisa menyenangkan :

        1.       Pilih pakaian lengan panjang yang tidak terlalu tebal

Pakaian lengan panjang sudah tentu kita butuhkan. Tidak perlu takut perjalanan kalian menjadi tidak nyaman lantaran harus berpakaian formal ala wanita berhijab pada umumnya, justru dari pakaian ini yang akan membedakan kita dengan traveler lainnya. Kenapa pakaian lengan panjang yang tidak terlalu tebal? Ini agar memudahkan kita untuk melipat pakain tersebut dan menyelipkannya di bagian tas yang masih kosong, sehingga tidak memerlukan terlalu banyak ruang hanya untuk pakaian.  Setidaknya pakaian yang sesimple mungkin yang bahannya juga tidak terlalu berat, namun tetap muslimah. Karena hal ini yang menjadi alasan saya tidak menikmati perjalanan ke Sabang lantaran pakaian yang saya bawa rata-rata tebal dan membutuhkan dua ransel. Belum lagi baju manset yang jumlahnya lumayan banyak lantaran saya sesuaikan dengan warna baju yang saya bawa namun rata-rata berlengan pendek. Untuk itu juga akan lebih baik membawa pakaian lengan panjang langsung, sehingga tidak perlu repot-repot membawa baju manset ataupun manset lengan. Percaya saja, itu hanya akan menambah beban ransel kita.

        2.       Hijab Timbal Balik

Selain pakaian lengan panjang, perhatikan juga hijab yang kamu bawa.  Apakah kita perlu membawa semua warna hijab sesuai dengan baju yang kita bawa? Tidak, dan jangan lakukan itu lagi. Dalam melakukan perjalanan tentu kita membutuhkan rasa nyaman dengan pakaian atau hijab yang kita gunakan. Jaman sekarang, model hijab itu sendiri sudah semakin bervariasi, dan semakin mempermudah penggunanya. Pilih hijab yang bisa digunakan di dua atau tiga baju sekaligus, yaitu hijab yang timbal balik. Ini akan lebih menghemat jumlah hijab yang kita bawa. Ketika melakukan perjalanan ke Makassar beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya pernah menggeleng-gelengkan kepala lantaran melihat isi tas saya yang cukup banyak jumlah hijabnya. Dari situ akhirnya teman saya memberi saran agar lebih baik pilih jilbab yang timbal balik saja, itu akan lebih simple untuk seorang traveler.

       3.       Hindari Pashmina

“Mau traveling apa mau ke pengajian Ni?” begitulah komentar salah satu teman saya ketika kami pertama kali akan melakukan perjalanan keluar kota. Ya, dia tidak salah berkomentar seperti itu, karena melihat hijab yang saya gunakan adalah jenis Pashmina. Pashmina yang pada umumnya hanya digunakan untuk acara-acara resmi pada waktu itu, jarang sekali digunakan untuk sekedar jalan-jalan ke mall apalagi traveling keluar kota. Bahannya yang cenderung lebih tebal dan bentuknya yang lebih panjang bisa dipastikan akan banyak memakan tempat di tas, plus cukup merepotkan jika dipakai untuk traveling. Terbukti ketika saya dan rombongan berhenti di sebuah mesjid untuk shalat dzuhur, teman yang lain sudah selesai mengambil wudhu, sementara saya belum selesai melepas lilitan-lilitan pashmina serta pentul dimana-mana. Cukup merepotkan, apalagi untuk kamu yang suka mendaki gunung, sangat tidak dianjurkan membawa atau mengenakan pashmina.

        4.       Hijab Paris

Bahannya yang tipis serta mudah kering, bisa menjadi pilihan tepat untuk kamu traveler berhijab. Ini merupakan hijab paling simple, jika kamu ingin traveling kamu benar-benar bisa dinikmati. Cukup dengan sebuah peniti atau jarum pentul, dijamin kamu tidak akan ditinggalkan rombongan perjalanan karena masih sibuk mengatur hijab sana sini. Bahkan ketika kamu sedang asyik menikmati kuliner, dan hijab kamu terkena percikan makanan atau minuman, cukup dengan membasuhnya dengan sedikit air bersih, setelah itu hijab kamu akan kembali seperti semula.

        5.       Jangan simpan Hijab kamu dibagian bawah

Semua wanita pasti ingin mengenakan hijabnya dalam keadaan rapi dan tidak kusut, tidak terkecuali traveler berhijab. Bukan berarti karena ingin cepat beres, lantas mempacking hijab itu asal-asalan yang penting ada tempatnya didalam tas. Lebih baik letakkan hijab kamu dibagian atas, setelah kamu memasukkan barang-barang lain terlebih dahulu. Sayang sekali rasanya jika sudah di setrika dengan rapi dan harus dipakai dalam keadaan kusut juga. Meskipun traveling identik dengan kebebasan dan suka suka, bukan berarti apa yang kita kenakan juga jadi apa adanya. Traveling pun tetap butuh penampilan yang oke. Selain itu perhatikan juga cara melipatnya, jangan melipat hijab kamu dengan terlalu banyak lipatan, itu hanya akan meninggalkan bekas lipatan yang kurang enak dipandang jika kamu memakainya.

    Selamat Packing hijabers, Semoga bermanfaat tipsnya, Senyum dulu dong J

Sabtu, 11 April 2015

Youth Vs Event

   Bicara soal kegiatan kepemudaan, sebenarnya banyak sekali  jenisnya yang dengan mudah kita temui saat ini. Berbagai macam program pelatihan, konferensi, seminar, kompetisi dan apapun itu yang menyangkut pengembangan diri untuk pemuda baik skala nasional maupun internasional sudah  bertebaran dimana mana layaknya penjual batu giok  #LohApaHubungannya?


   Ada hubungannya. Kenapa saya bilang begitu? Lihat saja di Aceh contohnya, hampir setiap sudut sejauh mata memandang penjual dan batu gioknya ada dimana-mana. Sama halnya dengan informasi kegiatan kepemudaan yang bisa kita temukan dimana-mana, web,facebook,twitter,instagram,whatsapp,dan di berbagai macam sosial media lainnya. Tapi pertanyaannya? Apakah semua kegiatan kepemudaan yang kita ketahui tersebut benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif setelahnya?  #KalauAkuSihNo!

    Ya, menurut saya tidak. Tidak semua kegiatan kepemudaan yang kita ketahui, atau bahkan kita ikuti itu benar-benar bermanfaat. Ada 2 macam alasan versi saya pribadi, pertama, ada kegiatan yang memberikan pelatihan/seminar/kompetisi hanya fokus untuk memberikan pengetahuan,motivasi,dll hanya pada hari H nya itu saja. Kegiatan selesai, maka semuanya juga selesai tanpa ada timbal balik sama sekali.  Kedua, ada kegiatan yang dilaksanakan namun antara tema kegiatan dan materi yang disampaikan ke peserta tidak ada kaitannya. #WastingTimeSayaRasa

    Tapi kalau kalian pernah mendengar sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh sebuah komunitas di Aceh yang bertitel The Leader, saya rasa kalian harus mencoba menjadi bagian dari kegiatan komunitas tersebut. Dream Makers. Ya, Dream Makers adalah salah satu kegiatan yang pernah digelar oleh Komunitas The Leader di Banda Aceh disamping kegiatan-kegiatan luar biasa lainnnya. Kegiatan ini memang fokus pada pelatihan kepemudaan untuk mengembangkan ide dan merancang mimpi-mimpi kita sebagai pemuda, dan sangat berbeda dengan kegiatan kepemudaan lainnya yang pernah saya ikuti.

     Kenapa saya bilang berbeda. Karena selama 4 hari mengikuti kegiatan tersebut, apa yang tadinya tidak terfikirkan oleh saya, dikegiatan tersebut saya dan peserta lainnya diajak untuk betul-betul merancang apa yang menjadi mimpi kami sehingga bisa menjadi peta perjalanan kedepannya. Selain itu beragam suntikan motivasi dari orang-orang yang menginspirasi saya jamin bisa membakar semangat seluruh peserta bahkan mungkin panitia The Leader itu sendiri. Benar tidak the leader? #JawabSayaBenar :D

    Tidak sampai disitu, meskipun kegiatan tersebut sudah berakhir 5 april kemarin, namun tetap terjalin komunikasi yang begitu baik antara kami semua untuk saling berbagi informasi kegiatan apa saja, ataupun peluang untuk mengembangkan diri. Bahkan ada yang pasca kegiatan Dream Makers telah melaksanakan beberapa project mimpi masing-masing, dan itu melibatkan sesama alumni Dream Makers.  Hebat kan? Disinilah timbal balik yang saya maksud.

    Perbedaan Dream Makers dengan kegiatan lain tidak cuma itu. Kalau di kegiatan lain pesertanya dibatasi Cuma untuk mahasiswa, cuma untuk umum, atau cuma untuk siswa/siswi SMA misalkan, tapi di Dream Makers, ketiganya bisa digabung menjadi satu kelompok peserta yang luar biasa. Meskipun awalnya saya sempat merasa kurang percaya diri berhubung peserta lainnya lebih muda, tapi pada akhirnya karena sikap terbuka mereka saya pun bisa berbaur dengan baik dengan mereka. Hal seperti ini lah yang jarang kita temui di beberapa kegiatan kepemudaan lainnya.

    Bicara suka duka? Setiap kegiatan pasti ada suka dukanya. Tapi di Dream Makers saya rasa lebih banyak sukanya. Oya? Iya. Alasannya? Pertama, saya ketemu 49 orang anak muda lain dari daerah yang berbeda yang otomatis menambah luas jaringan pertemanan saya. Kedua, saya bertemu dan sempat sharing dengan beberapa orang anggota the leader dan juga para inspirator. Ketiga, ilmunya luar biasa, ke empat penginapannya nyaman, dan kelima, acaranya keren deh pokoknya. Nah dukanya? Dukanya cuma satu, asam lambung saya kumat dan hampir pingsan #TrusAkuHarusBilangWEHgitu? (maapp Bang Hijrah kalimatnya saya pinjam :D) tapi untung panitianya mensupply makanan dengan begitu baik, terima kasih.

   Well, kurang lebih seperti itu gambaran kegiatan Dream Makers Camp 2015. Kegiatan yang benar-benar memberikan dampak positif bagi saya dan tentunya seluruh orang yang terlibat didalamnya. Semoga kedepannya kita bisa dengan lebih mudah menemukan kegiatan semacam ini yang tidak hanya bermanfaat pada saat berlangsung, tetapi ada timbal balik setelah kegiatannya selesai. Terima Kasih. Senyum Dulu Dong :)



Rabu, 08 April 2015

7 Alasan Kenapa Kamu Harus Berkunjung ke Aceh

     Saya bukan Staf Dinas Pariwisata Aceh, apalagi Duta Pariwisatanya. Saya asli berdarah Sulawesi yang kebetulan tinggal di Aceh. Tapi entah kenapa, pengalaman tinggal selama kurang lebih satu tahun setengah membuat  saya rasanya sudah jatuh cinta dengan kota ini, termaksud sama kamu, Iya kamu #OkeLupakan. Berada di ujung barat Indonesia membuat Aceh memiliki pesona tersendiri yang siap memanjakan mata dan hati para pengunjungnya. 

Mesjid Raya Baiturrahman Aceh


Dan berikut 7 alasan, kenapa kamu harus berkunjung ke Aceh : 

1.       Kota Serambi Mekkah
Satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki sebutan ini sudah pasti cuma Aceh. Tentu bukan tanpa alasan sehingga Aceh dijuluki Kota Serambi Mekkah. Khasanah keislaman dikota ini memang benar-benar terasa layaknya di Kota Mekkah. Bisa dilihat dari Qanun (aturan) yang dibuat pemerintah Aceh tentang aturan berpakaian yang semestinya untuk wanita maupun pria, aturan menghentikan semua aktivitas ketika waktu shalat tiba, sampai aturan berboncengan sepeda motor juga dibuat. (untung ngga ada aturan untuk suka sama kamu) #Stop Kembali ke laptop. Namun justru disinilah perbedaan yang dimiliki Aceh.

2.       No Macet
Saat kita berkejaran dengan absen dikantor sebelum jam 8 pagi, dan sampai dirumah juga tepat waktu namun berantakan karena MACET, tentu bukan hal yang menyenangkan bukan? Tapi hal itu tidak akan kamu dapatkan saat di Aceh. Meskipun Aceh bukan kota dengan penduduk yang sedikit, tapi sejauh ini lalu lintas di Aceh masih bisa dibilang lancar kemanapun kamu akan pergi.  

3.       Orangnya Baik
Pernah sebelum ke Aceh, seorang teman dari Aceh bilang “Orang Aceh itu kalau udah kita ambil hatinya, apapun pasti dikasih” dan itu memang benar. Saat jadup saya harus di rapel, saya tetap bisa hidup seperti biasanya karena tetangga sekitar banyak yang memberikan ini dan itu. Kuncinya cuma satu, selalu  jaga hubungan baik dengan mereka :D

4.       Hampir tidak ada Kriminalitas
Selain kota Yogyakarta, Saya rasa Aceh pantas masuk daftar kota dengan tingkat kriminalitas terendah,terlepas dari persoalan Aceh beberapa tahun yang lalu. Dari pendapat teman-teman yang juga pernah ke Aceh, mereka mengakui saat jalan-jalan di pusat keramaian di Aceh mereka tidak harus memeluk tas mereka atau menaruhnya di bagian depan seperti saat berjalan-jalan dikota lain.

5.       Kulinernya Ajaib
Ini beneran loh, karena ketika selesai makan pasti langsung kenyang drastis..hehehe, tapi bukan itu. Berdasarkan survei yang saya lakukan sendiri, rata-rata orang yang berkunjung ke Aceh dan mencoba kulinernya, ngga ada yang bilang ngga enak. Selain itu, hampir semua kuliner di Aceh ngga ada yang porsinya kecil, makanya saya bilang Ajaib.

6.       Pantainya,,,T.O.P
Tidak perlu dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada dikota B atau L ya, tapi pantai yang ada di Aceh itu benar-benar bikin mata dan hati Fresh. Sebagai seorang pencinta pantai (meskipun ngga bisa berenang) pantai di Aceh itu seperti jarang tersentuh, meskipun selalu ramai pengunjung. Loh..kenapa bisa? Karena orang Aceh menjaganya dengan baik.

7.       Segudang Wisata Sejarah
Teman-teman pasti tahu atau minimal pernah mendengar sejarah Aceh itu seperti apa. Hal itulah yang membuat pemerintah setempat membangun berbagai macam lokasi wisata sejarah Aceh yang bisa bikin merinding. Merinding disini bukan karena ada makhluk yang aneh ya, tapi lebih ke khasan sejarah itu sendiri. Ada Mesjid Raya Baiturrahman saksi bisu Tsunami kemarin, museum tsunami, monumen kapal apung, kapal diatas rumah,dan masih banyak lagi.

Pantai Lampuuk Aceh

    So, penasaran kan seperti apa Aceh? Bandara, pelabuhan, dan Terminal di Aceh selalu siap menyambut para pengunjungnya, dan menikmati segala hal yang ada di kota ini. Selamat menyusun rencana perjalanan ke Aceh ya, senyum dulu dong :)












Senin, 06 April 2015

Dream Makers Camp 2015

All Participants yang Kece - kecee :D 
Sebenarnya masih agak males nulis ini, masih lumayan terasa capeknya setelah kegiatan selama 4 hari ditambah perjalanan PP Banda Aceh-Meulaboh sekitar kurang lebih 5 jam.  Hehehe but no problemo, I’m enjoy that event, so ngga ada alasan untuk berkeluh kesah :D. Dream Maker Camp 2015, salah satu kegiatan andalan dari Komunitas The Leader yang ada di Aceh. Sedikit cerita soal The Leader, the-leader.org komunitas ini merupakan tempat berkumpulnya pemuda-pemudi kreatif Aceh yang merasa prihatin dengan kondisi pemuda di Aceh pasca bencana kemarin, dan ingin membantu para pemuda-pemudi Aceh untuk bisa bangkit dan berkembang lewat kegiatan-kegiatan yang positif.

Dream Makers Camp 2015, dilaksanakan dari tanggal 2 – 5 April di Banda Aceh. Kegiatan yang sangat bermanfaat menurut saya, kami berbagi, belajar dan saling menginspirasi bersama disana.  Namun bukan dari Aceh saja, kami berkumpul dari berbagai asal dan latar belakang pendidikan berbeda-beda sebanyak 50 orang, namun terasa seperti keluarga dekat. Bagaimana tidak, tim The Leader berhasil mengemas acara dengan baik, sehingga bisa terjalin keakraban sesama peserta yang cukup baik dalam 2 hari saja.

Kegiatan di Dream Makers Camp 2015
Well, selain itu materi yang diberikan juga begitu menginspirasi, mulai dari River of Life, Dream Revolution, Dream Plan, Dream Analysis, Dream Gallery, Dream Lab, materi dari Pembicara-pembicara yang luar biasa, ada CEO Nutrifood, dr. Rudi dari Sobat Diabet, Kepala BKKBN Aceh, Triya Rahmawati, Founder Griya Schizofren, Pengajar Muda Indonesia Mengajar, dan yang paling ngga kalah kerennya, di hari terakhir di isi dengan Forum Aceh Luar Biasa.

Beberapa Inspirator di Forum ALB

Apa itu Aceh Luar Biasa? ALB merupakan forum tempat berkumpul, dan berdiskusi dengan orang – orang hebat dan sangat menginspirasi dari berbagai bidang. Diantaranya dari Pendidikan, Prestasi dan Kreativitas, Lingkungan dan Wisata, Wirausaha dan Ekonomi, Perdamaian dan Pemberdayaan Perempuan, dan Media dan Publikasi. Masing – masing bidang di isi oleh orang-orang yang sudah berkiprah cukup jauh dan bisa dikatakan SUKSES menurut saya.

Yang jelas  saya ngga merasa rugi sama sekali sudah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam kegiatan Dream Maker Camp 2015 ini, begitu banyak hal yang saya dapatkan. Bagi saya, saya mau mengikuti kegiatan ini karena sebagai seorang Calon Penulis Berbakat Indonesia 2017 (heheh…Amin) saya harus mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya dimanapun itu, termaksud Dream Makers Camp 2015 ini. Well kegiatan kami sudah berakhir kemarin, dan semua peserta sudah kembali ke asal masing-masing. Semoga kita bisa ketemu kembali dengan kesuksesan masing-masing sesuai di Dream Plan yang sudah kita buat, Amin. Senyum dulu dong :)