Sabtu, 11 April 2015

Youth Vs Event

   Bicara soal kegiatan kepemudaan, sebenarnya banyak sekali  jenisnya yang dengan mudah kita temui saat ini. Berbagai macam program pelatihan, konferensi, seminar, kompetisi dan apapun itu yang menyangkut pengembangan diri untuk pemuda baik skala nasional maupun internasional sudah  bertebaran dimana mana layaknya penjual batu giok  #LohApaHubungannya?


   Ada hubungannya. Kenapa saya bilang begitu? Lihat saja di Aceh contohnya, hampir setiap sudut sejauh mata memandang penjual dan batu gioknya ada dimana-mana. Sama halnya dengan informasi kegiatan kepemudaan yang bisa kita temukan dimana-mana, web,facebook,twitter,instagram,whatsapp,dan di berbagai macam sosial media lainnya. Tapi pertanyaannya? Apakah semua kegiatan kepemudaan yang kita ketahui tersebut benar-benar bermanfaat dan memberikan dampak positif setelahnya?  #KalauAkuSihNo!

    Ya, menurut saya tidak. Tidak semua kegiatan kepemudaan yang kita ketahui, atau bahkan kita ikuti itu benar-benar bermanfaat. Ada 2 macam alasan versi saya pribadi, pertama, ada kegiatan yang memberikan pelatihan/seminar/kompetisi hanya fokus untuk memberikan pengetahuan,motivasi,dll hanya pada hari H nya itu saja. Kegiatan selesai, maka semuanya juga selesai tanpa ada timbal balik sama sekali.  Kedua, ada kegiatan yang dilaksanakan namun antara tema kegiatan dan materi yang disampaikan ke peserta tidak ada kaitannya. #WastingTimeSayaRasa

    Tapi kalau kalian pernah mendengar sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh sebuah komunitas di Aceh yang bertitel The Leader, saya rasa kalian harus mencoba menjadi bagian dari kegiatan komunitas tersebut. Dream Makers. Ya, Dream Makers adalah salah satu kegiatan yang pernah digelar oleh Komunitas The Leader di Banda Aceh disamping kegiatan-kegiatan luar biasa lainnnya. Kegiatan ini memang fokus pada pelatihan kepemudaan untuk mengembangkan ide dan merancang mimpi-mimpi kita sebagai pemuda, dan sangat berbeda dengan kegiatan kepemudaan lainnya yang pernah saya ikuti.

     Kenapa saya bilang berbeda. Karena selama 4 hari mengikuti kegiatan tersebut, apa yang tadinya tidak terfikirkan oleh saya, dikegiatan tersebut saya dan peserta lainnya diajak untuk betul-betul merancang apa yang menjadi mimpi kami sehingga bisa menjadi peta perjalanan kedepannya. Selain itu beragam suntikan motivasi dari orang-orang yang menginspirasi saya jamin bisa membakar semangat seluruh peserta bahkan mungkin panitia The Leader itu sendiri. Benar tidak the leader? #JawabSayaBenar :D

    Tidak sampai disitu, meskipun kegiatan tersebut sudah berakhir 5 april kemarin, namun tetap terjalin komunikasi yang begitu baik antara kami semua untuk saling berbagi informasi kegiatan apa saja, ataupun peluang untuk mengembangkan diri. Bahkan ada yang pasca kegiatan Dream Makers telah melaksanakan beberapa project mimpi masing-masing, dan itu melibatkan sesama alumni Dream Makers.  Hebat kan? Disinilah timbal balik yang saya maksud.

    Perbedaan Dream Makers dengan kegiatan lain tidak cuma itu. Kalau di kegiatan lain pesertanya dibatasi Cuma untuk mahasiswa, cuma untuk umum, atau cuma untuk siswa/siswi SMA misalkan, tapi di Dream Makers, ketiganya bisa digabung menjadi satu kelompok peserta yang luar biasa. Meskipun awalnya saya sempat merasa kurang percaya diri berhubung peserta lainnya lebih muda, tapi pada akhirnya karena sikap terbuka mereka saya pun bisa berbaur dengan baik dengan mereka. Hal seperti ini lah yang jarang kita temui di beberapa kegiatan kepemudaan lainnya.

    Bicara suka duka? Setiap kegiatan pasti ada suka dukanya. Tapi di Dream Makers saya rasa lebih banyak sukanya. Oya? Iya. Alasannya? Pertama, saya ketemu 49 orang anak muda lain dari daerah yang berbeda yang otomatis menambah luas jaringan pertemanan saya. Kedua, saya bertemu dan sempat sharing dengan beberapa orang anggota the leader dan juga para inspirator. Ketiga, ilmunya luar biasa, ke empat penginapannya nyaman, dan kelima, acaranya keren deh pokoknya. Nah dukanya? Dukanya cuma satu, asam lambung saya kumat dan hampir pingsan #TrusAkuHarusBilangWEHgitu? (maapp Bang Hijrah kalimatnya saya pinjam :D) tapi untung panitianya mensupply makanan dengan begitu baik, terima kasih.

   Well, kurang lebih seperti itu gambaran kegiatan Dream Makers Camp 2015. Kegiatan yang benar-benar memberikan dampak positif bagi saya dan tentunya seluruh orang yang terlibat didalamnya. Semoga kedepannya kita bisa dengan lebih mudah menemukan kegiatan semacam ini yang tidak hanya bermanfaat pada saat berlangsung, tetapi ada timbal balik setelah kegiatannya selesai. Terima Kasih. Senyum Dulu Dong :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar