Kenapa mix and match?
Karena bagi saya dalam mix and match it means kita mempertemukan, bertemu,
berkumpul, berselaras, berkolaborasi untuk satu tujuan yang sama. Bukan hanya
soal fashion atau passion, tapi lebih kepada kemampuan kita bisa memanfaatkan
segala sesuatu yang bisa di mix and match sampai akhirnya menghasilkan apa yang
diharapkan.
Senin, 28 Maret
kemarin saya bertolak dari bandara Haluoleo menuju Soekarno Hatta setelah
mendapatkan undangan untuk Pelatihan Fasilitator Masyarakat PPKT dan juga
setelah kode booking berhasil dikirim via whatsapp. Setelah sempat transit
sebentar di Sultan Hasanuddin, akhirnya ketika adzan magrib berkumandang manis
untuk wilayah ibukota dan sekitarnya,kuda besi yang saya tumpangi pun mendarat
dengan anggunnya.
![]() |
| Setelah kegiatan Studi Lapangan di Teluk Naga, Tangerang |
Kegiatan Pelatihan
Fasilitator ini sendiri tidak lain bertujuan untuk membekali kami yang beruntung
bisa terpilih dari ribuan pendaftar untuk sama sama belajar dan mengetahui
tentang apa apa saja yang akan dan bisa kita lakukan di lokasi penempatan
nanti. Program yang melibatkan beberapa pihak seperti Kementrian kelautan dan
perikanan, GIZ, dan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia. Saya sendiri mendapat wilayah penempatan di
salah satu pulau kecil terluar yang ada di Provinsi Bengkulu, yaitu Pulau
Enggano.
Kegiatan ini
berlangsung selama satu minggu, disalah satu hotel di Ibukota. Kami berjumlah
18 orang untuk fasilitator dan 15 orang untuk manajer lapangan. Meskipun berasal
dari daerah yang berbeda-beda, usia berbeda, latar belakang pendidikan yang
juga berbeda, namun hal itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk bisa saling
mengenal, sharing, dan bercanda layaknya orang yang sudah lama saling kenal.
![]() |
| Pemaparan salah satu pemateri |
Rute kami setiap hari
hanya berkutat di ballroom hotel, lantai 6, lantai 7, dan lantai letak kamar
kami masing-masing. Namun secara tidak langsung juga dari satu minggu yang
dilalui dengan kegiatan yang sama dan bertemu orang – orang yang itu itu saja,
akhirnya terjalin sebuah kedekatan yang cukup baik. Jam 8 sarapan pagi, 08.30
masuk ruangan, ice breaking dari pak sony dan pak aw yang super kece, terima
materi, siang ishoma, masuk materi lagi, break 15 menit untuk snack lanjut lagi
then terus berulang sampai hari terakhir.
![]() |
| Bersama Pak Tio, Dirjen Pengelolaan ruang laut |
But tidak bisa
dipungkiri juga banyak sekali hal hal menarik, lucu, dan berkesan selama
pelatihan berlangsung :D dimulai dari adegan curi curi waktu pada saat materi
berlangsung untuk sekedar ke toilet padahal gak ingin buang air kecil, adegan
nyobain kolam renang hotel yang lagi ada bule juga lagi renang , adegan
ngerumpi di salah satu kamar pas malam, bolak balik lift gara-gara kunci kamar
gak berfungsi, melipat kertas menjadi burung pas materi berlangsung biar gak
ngantuk, cara beberapa pemateri membawakan materinya yang bikin kami tertawa
lepas dan hal-hal lainnya yang mungkin kalau ditulis bisa mengalahkan serial
Uttaran :D
Finally, sore ini saya
sedang menikmati saat-saat sebelum terjun ke pulau, sambil berbenah untuk
hal-hal yang perlu dipersiapkan. Omongan raditya dika dan uus di tv ternyata
sukses memutar otomatis hal hal dari kegiatan seminggu ini yang terekam di otak,
dan jaripun menuliskannya dengan santai.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar