Pendidikan sebagai pemeran penting dari beberapa hal yang menentukan kesuksesan saat ini, telah semakin berkembang. Berbicara mengenai pendidikan, tidak hanya yang berhubungan dengan pendidik dan peserta didik ataupun hanya proses belajar mengajar. Akan tetapi lebih kepada peran pendidik dalam menyampaikan pelajaran dan juga peran peserta didik dalam menerima pelajaran. Soal hasil dari proses belajar mengajar tersebut bukanlah yang terpenting. Hasil hanyalah sebuah efek atau imbalan dari proses yang kita lakukan. Yang terpenting adalah proses yang di lalui sebelum mencapai hasil tersebut. Karena dari sebuah proseslah kita belajar, menuangkan segala usaha dan kerja keras untuk mencapai hasil yang memuaskan tentunya.
Namun berbeda dengan yang terjadi saat ini pada sebagian orang. Pendidikan bukanlah yang utama lagi. Pendidikan hanyalah sebagai sebuah formalitas untuk hasil yang menurut mereka lebih menjanjikan dari pada harus berlama lama duduk di bangku sekolah atau kuliah. Meskipun memang tidak dapat kita pungkiri, ada banyak pula orang yang sukses tanpa mengenyam pendidikan yang tinggi, tetapi karena kemauan dan usaha mereka. Dalam hal ini proses tidak lagi penting bagi mereka. Yang terpenting adalah hasil. Tetapi karena hasil tersebut tidak dapat mereka peroleh tanpa melalui prosesnya, akhirnya materi pun ikut mengambil peran.
Hal yang sangat umum kitadengar dalam dunia pendidikan saat ini adalah nilai yang di beli, ijazah yang di beli, gelar yang di beli demi sebuah kepentingan khusus,dan hal – hal lain dalam dunia pendidikan yang juga bias ikut di beli dengan materi. Lantas jika kita di hadapkan dengan situasi seperti ini, apa masih ada arti pendidikan jika semuanya bisa di beli? Dengan kata lain kita tidak lagi belajar untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik, tetapi mencari jalan pintas untuk kehidupan yang lebih baik, tetapi bukan belajar, namun menyalahi aturan. Karena orang yang belajar, pasti tahu akan aturan. Berbeda dengan orang-orang yang hanya mengandalkan materi,dan orang-orang yang di andalkan oleh materi.
Hal inilah yang sering membuat orang-orang terjebak dalam lubang yang dibuatnya sendiri. Berniat untuk membuat sesuatu yang bias mengubah hidup, tanpa harus bersusah payah bersekolah atau kuliah hingga perguruan tinggi, namun yang ada kegagalan yang mereka dapatkan. Meskipun umtuk mengubah hidup bukan semata mata hanya dengan pendidikan, akan tetapi pendidikan juga mempunyai bagian dalam setiap perubahan hidup kita. Dalam hal ini ibaratnya seperti sesuatu yang instan. Sesuatu yang instan, seperti yang kita ketahui tentu tidak bias bertahan lama. Sama halnya dengan kesuksesan yang di dapat secara instan. Hanya dengan menyodorkan uang, anda sudah bias memiliki sesuatu yang bagi orang lain mungkin tidak mudah untuk di dapatkan Karena membutuhkan uang lebih, tapi hanya butuh waktu singkat bagi anda untuk mendapatkannya.
Ironis kedengarannya. Sebagian orang yang memiliki kemampuan, kualitas, dan wawasan yang memadai tidak bias mendapatkan kesempatan untuk menikmati apa yang seharusnya mereka nikmati hanya karena tidak memiliki dana. Namun sebagian orang lagi yang kemampuan, kualitas, dan wawasan yang pas-pasan, bias dengan mudah mendapatkannya. Entah karena mereka yang sedang tidak beruntung, atau Karena memang ada sesuatu yang salah dalam hal ini. Contoh menyalahi aturan yang paling sering terjadi dalam dunia pendidikan adalah ijazah yang di beli untuk sebuah kepentingan. Seseorang yang tidak mampu untuk bersusah payah di bangku sekolah atau kuliah, tetapi ingin mendapat gelar sukses. Mulailah menyalahi aturan dengan membeli ijazah.
Kemana sang pengatur dunia pendidikan kita? Orang-orang yang bertugas mengatur system pendidikan kita, dan tentunya juga sebagai orang yang berpendidikan di dalamnya. Tetapi sangat di sayangkan, karena bergelar sebagai orang-orang berpendidikan, namun mengerjakan sesuatu yang tidak mendidik. Inilah yang sebenarnya memperburuk dunia pendidikan kita. Mendidik otak atau mendidik uang?
Hal ini tentu tidak akan terjadi jika ada kesadaran dalam diri masing-masing pribadi. Untuk itu sebagai orang yang mengerti pendidikan, tentu akan sangat tidak baik jika melakukan sesuatu yang menyalahi aturan pendidikan. Jangankan menyalahi aturan pendidikan, menyalahi aturan saja, sama saja melakukan hal yang tidak baik, karena sama-sama melakukan hal yang dilarang. Oleh Karena itu, mari kita terus belajar untuk kehidupan yang lebih baik.
Note: Ini essaiku yang kemarin dapat juara 2 di lomba menulis essai tingkat mahasiswa se-kota kendari ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar