Mungkin sudah jadi hukum alamnya, seorang anak yang sudah dewasa akan mulai berpikir untuk memulai kehidupannya sendiri. Mulai berencana untuk mencari jalan sendiri, mulai berani untuk siap menerima segala resiko yang akan diterima dari perbuatannya, mulai mencari segala hal yang bisa membuatnya mengambil keputusan sendiri, dan siap untuk bertanggung jawab akan dirinya sendiri.
Jauh ataupun tidak, berada di perantauan (entah untuk belajar,atau bekerja) bukan hal yang mudah kawan. Seperti kata seorang kawan "Kadang-kadang kita harus sedikit bohong sama keluarga tentang hidup kita di rantau". Contohnya jika ditanya "Sudah makan siang belum nak?" sudah bu/pak. walaupun makan siang dan malam harus dijamak demi menghemat uang kiriman ataupun gaji bulan itu.
Saat sakit melanda, "Gimana kabarnya nak, sehat kan?" alhamdulillah sehat bu/pak. walaupun demam,sakit kepala,meriang,encok mampir karena kerjaan yang bejibun ataupun mondar mandir dikampus mengejar dosen pembimbing dan lagi lagi ditolak (disitu kadang kita merasa sedih). Ketika lembaran demi lembaran di dompet mulai menjauh, aksi pun dimulai : mencari tempat makan yang paling murah tapi tetap mengenyangkan.
Namun tidak selalu susah jadi anak rantau, karena begitu kiriman datang/gaji masuk, rasanya semua yang kita inginkan, mau kita penuhi saat itu juga. walaupun hanya sebagian kecil yang terpenuhi paling tidak ada sedikit kepuasan setelah mendapatkan apa yang kita inginkan.
Tapi pernah tidak kita berpikir kalau orang tua dirumah sebenarnya sangat mengkhawatirkan anaknya yang dulu selalu menemani mereka. ketika kita mulai terbiasa dengan kehidupan kita sendiri, percayalah ada kesedihan di hati ibu bapak jauh dikampung halaman sana. Sedih karena takut kita melupakan mereka, sedih karena kita bukan anak kecil lagi yang bisa mereka ajak main ketika kecil dulu. Sungguh kalau kalian pernah berfikir, ini hal yang begitu menyesakkan dada bukan?
So, kawan-kawan yang sedang menjalani hidup di rantau, ataupun yang berencana untuk merantau, satu hal yang perlu kita ingat baik-baik dalam hati yaitu, sejauh apapun kita melangkah, ada masa dimana suatu saat kita harus kembali. Kembali memeluk erat tubuh ibu bapak, melepas rindu dari tanah rantau. Senyum dulu dong :)

Mbak boleh minta no kontaknya, mau tanya tanya soal psp3,, soalnya saya baru daftar psp3 angkatan ke 25
BalasHapus