Terlahir sebagai
makhluk tuhan yang paling indah, namun dengan segala macam gelarnya yang kata
orang makhluk paling sensitif, lemah lembut, dan ingin dimengerti, perempuan
tidak hanya harus memikul beban sebagaimana layaknya kodratnya, tetapi lebih ke
sejauh mana perempuan itu mampu berdiri sendiri tanpa harus melupakan kodratnya
sebagai perempuan. Apakah benar demikian? Sebagian mungkin akan menjawab ya,
sebagian lagi mungkin akan mengerutkan dahi terlebih dahulu sambil berfikir
benar atau tidaknya.
Apakah perempuan itu
harus mandiri? Seperti apa bentuk mandiri yang cocok untuk perempuan? Dan
seperti apa definisi mandiri bagi setiap perempuan?
Saya sendiri kadang
masih sering dibuat bingung dengan definisi mandiri itu sendiri. Apakah mandiri
itu berarti mampu mengerjakan segala sesuatunya sendiri? Seperti kata seorang
teman saya yang dengan mudahnya mengatakan saya belum bisa dibilang mandiri
karena saya belum bisa berenang. Atau mandiri itu berarti hidup sendiri tanpa
bergantung dengan orang tua lagi? Atau mandiri itu punya penghasilan sendiri,
rumah atau kendaraan pribadi sendiri?
Lain orang pasti akan
lain juga penafsirannya tentang mandiri. Namun bagi saya pribadi mandiri itu
bisa dibilang saat kita mampu keluar dari zona nyaman, bergelut dengan berbagai
macam kesibukan tanpa merepotkan orang lain. Dalam hal ini keadaan dimana kita
bisa membawa diri sendiri namun tetap mengingat batas baik buruknya. Itu
definisi mandiri menurut saya.
Dan kalau ditanya
kenapa perempuan harus mandiri? Sebenarnya tidak ada aturan khusus yang
mengharuskan perempuan itu harus mandiri. Namun dengan mandiri, seorang
perempuan bisa lebih mudah membawa dan menempatkan dirinya dimanapun itu, dan
dengan sendirinya mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul di depannya.
Selain itu, perempuan
yang mandiri itu lebih bisa menghargai setiap usaha yang dilakukannya, karena
mereka tahu tidak mudah untuk mendapatkannya. Fokus utama bagi seorang
perempuan yang mandiri adalah bertindak semaksimal mungkin, dan bersedih
seminimal mungkin. Karena kenapa? Karena bagi mereka, waktu yang dimiliki itu
adalah untuk sesuatu yang benar-benar sudah diperhitungkan baik buruknya.
Yang paling penting
adalah dengan mandiri, seorang perempuan bisa menjadi apa saja. Apa saja
gimana? Ya apa saja. Apa saja yang bisa membuatnya terus aktif, membahagiakan
orang-orang disekitarnya, dan tentu membahagiakan dirinya sendiri.
mantappp
BalasHapusMakasih kak
Hapus