Jumat, 17 Juli 2015

Kenapa Perempuan Harus Mandiri?


Terlahir sebagai makhluk tuhan yang paling indah, namun dengan segala macam gelarnya yang kata orang makhluk paling sensitif, lemah lembut, dan ingin dimengerti, perempuan tidak hanya harus memikul beban sebagaimana layaknya kodratnya, tetapi lebih ke sejauh mana perempuan itu mampu berdiri sendiri tanpa harus melupakan kodratnya sebagai perempuan. Apakah benar demikian? Sebagian mungkin akan menjawab ya, sebagian lagi mungkin akan mengerutkan dahi terlebih dahulu sambil berfikir benar atau tidaknya.

Apakah perempuan itu harus mandiri? Seperti apa bentuk mandiri yang cocok untuk perempuan? Dan seperti apa definisi mandiri bagi setiap perempuan?

Saya sendiri kadang masih sering dibuat bingung dengan definisi mandiri itu sendiri. Apakah mandiri itu berarti mampu mengerjakan segala sesuatunya sendiri? Seperti kata seorang teman saya yang dengan mudahnya mengatakan saya belum bisa dibilang mandiri karena saya belum bisa berenang. Atau mandiri itu berarti hidup sendiri tanpa bergantung dengan orang tua lagi? Atau mandiri itu punya penghasilan sendiri, rumah atau kendaraan pribadi sendiri?

Lain orang pasti akan lain juga penafsirannya tentang mandiri. Namun bagi saya pribadi mandiri itu bisa dibilang saat kita mampu keluar dari zona nyaman, bergelut dengan berbagai macam kesibukan tanpa merepotkan orang lain. Dalam hal ini keadaan dimana kita bisa membawa diri sendiri namun tetap mengingat batas baik buruknya. Itu definisi mandiri menurut saya.

Dan kalau ditanya kenapa perempuan harus mandiri? Sebenarnya tidak ada aturan khusus yang mengharuskan perempuan itu harus mandiri. Namun dengan mandiri, seorang perempuan bisa lebih mudah membawa dan menempatkan dirinya dimanapun itu, dan dengan sendirinya mampu menyelesaikan permasalahan yang muncul di depannya.

Selain itu, perempuan yang mandiri itu lebih bisa menghargai setiap usaha yang dilakukannya, karena mereka tahu tidak mudah untuk mendapatkannya. Fokus utama bagi seorang perempuan yang mandiri adalah bertindak semaksimal mungkin, dan bersedih seminimal mungkin. Karena kenapa? Karena bagi mereka, waktu yang dimiliki itu adalah untuk sesuatu yang benar-benar sudah diperhitungkan baik buruknya.

Yang paling penting adalah dengan mandiri, seorang perempuan bisa menjadi apa saja. Apa saja gimana? Ya apa saja. Apa saja yang bisa membuatnya terus aktif, membahagiakan orang-orang disekitarnya, dan tentu membahagiakan dirinya sendiri.


2 komentar: